Laporan ini merupakan hasil penelitian lapangan saya sebagai peneliti di Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, tentang berbagai dampak perkebunan sawit terhadap perempuan adat Papua di Papua dan Papua Barat. Secara singkat, naskah ini membagi tentang kisah perempuan adat yang berhadapan dengan kuasa modal. Bagaimana mereka – dengan segala keterbatasan kontrol atas sumber daya alam - sangat rentan tergusur dari ruang hidupnya. Semua ini dimulai sejak awal proses akuisisi lahan bagi ekspansi bisnis di Papua yang amat bernuansa maskulin, di mana kelompok laki-laki lebih dominan memiliki kuasa untuk memindahkan hak atas tanah, lalu diteruskan oleh sebuah fenomena eksklusi dari situs-situs penting penghidupan akibat proses alih fungsi lahan, dan pada akhirnya mendorong perubahan corak produksi, dari seorang produsen subsistensi menjadi buruh upahan perkebunan. Saya tiba pada kesimpulan bahwa Rekognisi setengah hati oleh Negara Neoliberal, memainkan peran penting terhadap penyingkiran Perempuan dalam kontestasi sumber daya alam.
Tampilkan postingan dengan label Portofolio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Portofolio. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Agustus 2021
Selasa, 18 Agustus 2020
Pandemi, Kapitalisme, dan Papua
Naskah ini ditulis dalam Bahasa Inggris untuk sebuah platform milik Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Kyoto (Center fo Southeast Asian Studies Kyoto University) yang berjudul CSEAS Corona Chronicles. Platform ini bertujuan untuk mempresentasikan temuan penelitian terbaru dari berbagai negara dan wilayah tentang bagaimana COVID-19 memengaruhi individu, komunitas, dan negara.
Dalam artikel ini, Saya menceritakan persinggungan antara Ekspansi Kapitalisme dan Pandemi Covid, dan bagaimana Ia memperburuk keadaan dan penghidupan Orang Asli Papua.
Langganan:
Postingan (Atom)

